PENYULUHAN HUKUM OLEH BABINKUM TNI TA. 2017

Senin, 11 Desember 2017 13:52:44 - Oleh : Kogartap III/Surabaya - Dibaca : 721

PENYULUHAN HUKUM OLEH BABINKUM TNI TA. 2017

Penyuluhan Hukum Oleh Babinkum TNI TA. 2017

Perlu diketahui bersama sesuai keputusan Panglima TNI Nomor Kep/8/II/2005, tugas pokok Garnisun adalah memelihara dan menegakkan ketentuan-ketentuan pokok kemiliteran  untuk meningkatkan soliditas dan solidaritas persatuan dan kesatuan antar satuan  di wilayah Kogartap III/Surabaya dan mempunyai beberapa fungsi diantaranya penyelenggaraan penegakan hukum disiplin dan tata tertib TNI sebagai tindakan awal kepolisian militer di wilayah Kogartap III/Surabaya.

Pada hari Rabu tanggal 6 Desember 2017 bertempat di gedung Serbaguna Makogartap III/Surabaya yang dihadiri oleh seluruh anggota Kogartap III/Surabaya guna mengikuti acara Penyuluhan Hukum dari Babinkum TNI yang dalam hal ini oleh Oditur Militer Tinggi III Surabaya (Otmilti III Surabaya), tim penyuluhan hukum tersebut dipimpin langsung oleh Kaotmilti sendiri yaitu Kolonel Chk Hendro Nurwantoro, S.H., M.H. yang didampingi Wakaotmilti (Letkol Chk  (K) Esy Wahyu Hidayati, S.H.) serta beberapa perwira yang lain.

Penyuluhan Hukum kali ini membahas materi tentang Hukum Korupsi yang diatur dalam UU Nomor 20 tahun 2001 dan UU Nomor 31 tahun 1999 serta materi tentang pelanggaran Asusila yang diatur dalam pasal 28-283 KUHP.

Kasgartap III/Surabaya (Brigadir Jenderal TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto) serta Asisten juga hadir pada kegiatan ini, dalam sambutannya beliau mengatakan “Selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim Penyuluhan Hukum dari Babinkum TNI karena acara seperti ini sangat penting bagi prajurit Kogartap III/Surabaya agar prajurit dapat mengerti dan tidak melanggar hukum serta meningkatkan disiplin militer, dengan harapan seluruh anggota mengambil manfaat dari Penyuluhan Hukum tersebut”.

Adapun manfaat dari kegiatan ini antara lain yaitu :

Pertama, anggota memiliki kemampuan profesionalitas yang memadai dalam arti menguasai serta memahami hukum dengan segala dinamika dan perkembangan yang terkait dengan masalah Hukum, peraturan dan tata tertib dalam rangka menjaga serta memelihara kredibilitas prajurit Kogartap III/Surabaya dari penyimpangan terhadap hukum baik sebagai akibat atas kekurangpahaman, kelalaian, ketidaksengajaan ataupun tindakan diluar hukum yang dilakukan oleh oknum internal dan pihak eksternal lainnya yang akan melemahkan kredibilitas Kogartap III/Surabaya dimata masyarakat dari segi hukum.

Kedua, anggota mampu menjadi contoh dalam kesadaran, kepatuhan dan ketaatan dalam melaksanakan hukum, disiplin dan tata tertib TNI dengan segala aspek yang melingkupinya dan menjadi tauladan bagi prajurit yang lain. Selain itu juga Kasgartap III/Surabaya memberikan atensi dan harapan kepada tim Penyuluhan Hukum dari Babinkum TNI yang salah satunya yaitu “Laksanakan pemahaman yang lugas tentang hukum dan disiplin di wilayah Kogartap III/Surabaya sehingga dalam penyelasaian masalah hukum harus melalui pendekatan yang sesuai dengan nilai-nilai hukum positif serta norma Pancasila, agar budaya hukum lebih dihayati dalam kehidupan sehari-hari di dalam Kogartap III/Surabaya maupun lingkungan masyarakat’.

Pada akhir sambutannya Kasgartap III/Surabaya beliau mengatakan bahwa “Untuk menyapu halaman yang kotor diperlukan sapu yang bersih dan kuat, ungkapan tersebut mengandung makna untuk memberantas pelanggaran hukum dalam menegakkan hukum harus dibutuhkan penegak hukum yang bersih, jujur, adil dan tegas tidak pandang bulu serta dilandasi keimanan yang kuat”.

Sebelum memulai penyampaian materi ketua tim penyuluhan, Kaotmilti III Surabaya (Kolonel Chk Hendro Nurwantoro, S.H., M.H) juga menyampaikan sambutan sebagai pembuka, beliau menjelaskan bahwa “Belakangan ini semakin banyak prajurit TNI mulai dari pangkat paling rendah hingga pangkat tertinggi yang melakukan pelanggaran hukum yang diantaranya korupsi, THTI dan disersi, serta tindakan asusila terhadap KBT. Beliau juga menegaskan bahwa dirinya dalam melaksanakan tugas tidak akan pernah mengenal kompromi terutama pada para pelanggar hukum. Akan tetapi sebagai manusia biasa beliau akan membantu oknum/keluarga militer yang melanggar hukum dengan memberikan bantuan berupa konsultasi hukum melalui yayasan LBH yang di bentuknya.

Kemudian untuk materi Korupsi, disampaikan oleh Letkol Ckh (K) Esy Wahyu Hidayati, S.H. yang menjabat sebagai Wakaotmilti III Surabaya.

Korupsi merupakan kejahatan yang serius dan luar biasa dalam penyalahgunaan uang negara terutama dalam hal suap-menyuap. Maksud dari pemberian penyuluhan korupsi adalah :

Pertama, memberikan pengetahuan terkait kegiatan atau tindak pidana suap-menyuap yang dilakukan oleh penyelenggara negara (pejabat negara) dalam proyek-proyek negara;

Kedua, memberikan pengetahuan dan ketentuan  tentang upaya pemberantasan suap menyuap dalam tindak pidana korupsi serta ketentuan yang dapat diterapkan terhadap anggota TNI; dan

Ketiga, sebagai upaya untuk pembinaan personil dan pembinaan satuan. Sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik sesuai tupok masing-masing serta terhindar dari perbuatan korupsi.

Sedang untuk materi tindak pidana Asusila disampaikan oleh Letkol Chk Ridwan, S.H. yang sehari-hari menjabat sebagai Wakaotmil III Surabaya.

Beliau menerangkan bahwa akhir-akhir ini banyak terjadi kasus tindakan asusila yang dilakukan oleh oknum anggota TNI terhadap KBT. Hal itu merupakan tindakan yang sangat merugikan dan sangat berbahaya apabila tidak dicegah dan diatur dalam sebuah Undang-Undang. Mengingat sekarang adalah zaman modern yang dilengkapai dengan peralatan komunikasi yang canggih serta adanya sosial media yang memadai, sehingga memudahkan bagi siapa saja untuk melakukan perselingkuhan

 

Download : 2.JPG
Download :
Download :
Download :
Download :