PELAKSANAAN KEGIATAN CISMOA/CCIB KE 17-2 DI HAWAI USA

Rabu, 20 Desember 2017 14:04:58 - Oleh : Skomlek TNI - Dibaca : 943

PELAKSANAAN KEGIATAN CISMOA/CCIB KE 17-2 DI HAWAI USA

Pelaksanaan Kegiatan CISMOA/CCIB Ke 17-2 Di Hawai USA

a.         Pembukaan.  

1)         Co-Chair CCIB Indonesia.   Selaku Co-Chair CCIB Indonesia, Kolonel Laut (T) Supo Dwi Diantara, S.T. menyampaikan bahwa pada kegiatan CCIB kali ini yang difokuskan kepada Tactical Data Link Working Group (TDL WG). Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi forum diskusi yang baik antara Indonesia dan AS terutama berkaitan dengan implementasi teknologi Link 16 pada alustsista TNI.   Forum diskusi ini akan sangat bermanfaat bagi TNI dalam memperdalam pengetahuan tentang kemampuan Link 16 dalam menunjang kemampuan tempur, dan juga interoperability baik antar alusista TNI maupun dengan Negara tetangga dan Amerika dalam latihan bersama.

2)         Delegasi US.   Mewakili delegasi US, Capt Crapp menyampaikan bahwa pada kegiatan CCIB kali ini yang lebih difokuskan kepada TDL WG, pihak J65 USPACOM akan memberikan informasi/materi TLD milik US dan materi-materi lain yang terkait secara detail, sehingga peserta dapat memahami dengan jelas tentang implementasi dan manfaat teknologi Link 16 pada alutsista TNI.

b.       Hal-hal yang dibahas.

1.    Link 16.Link 16 adalah salah satu bentuk terminal yang merupakan sistem jaringan pertukaran data tactical secara real time. Sistem ini menjadi standar sistem distribusi atau pertukaran data tactical bagi NATO dan juga negara Foreign Military Sales (FMS) lainnya pada berbagai jenis platform alutsista yang berbeda baik udara, darat dan laut. Link 16 dapat menyajikan data secara real time antar alutisista maupun dengan pusat komando sehingga dapat memberikan gambaran mengenai kondisi riil yang terjadi di medan operasi. Manfaat lain dari Link 16 adalah memberikan informasi peringatan dini (Situational Awareness) bagi para awak/crew yang sangat berguna dalam mengantisipasi kondisi yang ada. Data Link 16 juga dapat didistribusikan dengan berbagai alutsista lainnya seperti Kapal angkut, helikopter, kapal perang dan pasukan yang ada di darat. Kelebihan yang dimiliki oleh terminal Link 16 adalah :

·         Text messages;

·         Data imagery;

·         2 channel digital voice (2,4 kbit/s dan atau 16 kbit/s);

·         Low Probability of exploitation;

·         User Identification;

·         Relative Navigation;

·         Frekuency range between 960-1215 Mhz;

·         Time Division Multiple Access (TDMA);

·         Frequency Hopping;

·         Spread Spectrum; dan

·         Max cover area (Line of Sight, LOS) 300 Nm.

1.    Link 16 adalah sebuah jaringan Time Division Multiple Access (TDMA) yang memiliki tingkat keamanan tinggi, belum pernah ditembus dan bekerja dengan high speed digital data link yang beroperasi pada frekwensi radio antara 960 – 1,1215 MHz. Jangkauan frekwensi yang ada membatasi pertukaran informasi data anatara pengguna selama masih dalam jangkauan jarak tertentu. Pertukaran data Link 16 menggunakan frekwensi radio dengan jangkauan maksimal Line of Sight (LOS) atau sekitar 300 Nm atau sekitar 500 Km. Guna meningkatkan jangkauan maka dibutuhkan terminal tambahan yang berfungsi sebagai repeater yang dapat meingkatakan arah jangkauan pertukaran data lebih jauh lain atau Beyond Line of Sight (B-LOS). Data yang dikirimkan lewat jaringan Link 16 merupakan data-data kode yang dikategorikan sebagai J messages yang mana merupakan binary data yang memiliki kategori tertetu

2.    Link 16 memberikan peringatan dini atau Situation Awarneness

·         Posisi pesawat lawan;

·         Posisi pesawat kawan;

·         Posisi target yang tidak diketahui;

·         Route/turning poins; dan

·         Posisi Target.

1.    Beberapa platform yang saat ini menggunakan Link 16 sebagai sistem utama pertukaran data tactic adalah :

·         Alutsista Udara F15,F16,F/A 18 Supper Hornet, Helicopter Apache AH-64E,F 35 dan banyak alutsitsa lainnya;

·         Kapal Laut, yang meiliputi : US Carrier,Japan Maritime Self Defense Force;

·         Ground Vechiles. Missile defense system sperto NASAMS, Jont land attack/cruise Missile Defense Elevated Netted Sensors (JLENS); dan

·         Command Control : Join data network.

1.    Multfuctinonal Information Distribution System (MIDS) adalah julukan yang diberikan oleh NATO terkait sistem komunikasi dan distribusi data dalam Link 16. Link 16 memiliki beberapa type hardware diantaranya MIDS Low Volume Terminal (LVT).  MIDS LVT Block Upgrade (BU)-1 merupakan type Link 16 yang saat ini banyak digunakan di berbagai negara.

2.    International Coorperative Development yang beranggotakan 5 negara konsorsium yang memiliki paten dari sistem LINK 16 type MIDS LVT sejak beberapa waktu yang lalu telah memulai upaya mengembagkan versi LVT terbaru yaitu MIDS LVT BU-2 yang memiliki beberapa kelebihan diantaranya : modernization crypto dan frequency remaping. Namun hingga saat ini pengembangan ini belum memberikan hasil yang positif dan kerap mengalami penundaan.

3.    Salah satu kontractor asal Amerika berhasil mengembangkan versi MIDS terbaru yaitu MIDS Join Tactical Radio System (JTRS) yang memiliki kemampuan dan dukungan pemeliharaan yang lebih baik dibandingkan variant yang ada sebelumnya. Beberapa keunggulan penggunaan MIDS JTRS adalah sebagai berikut :

·         Merupakan teknologi terbaru yang menawarkan kemampuan yang lebih canggih dibanding generasi sebelumnya. Terminals jenis ini dirancang dan didesign berbasis pada software, yang mana pengembangan kedepannya dilaksanakan dengan upgrade software. Hal ini dipandang akan memberikan kemudahan dan efisiensi dibandingkan dengan terminal yang berbasis hardware dan software. Yang artinya upgrade sistem di masa datang hanya dilaksanakan dengan upgarde software.

·         USAF telah menggunakan MIDS JTRS pada pesawat F18 Hornet. Sistem ini dapat dioperasionalkan dengan baik. Mengingat kemampuan dan juga mempertimnagkan faktor pemeliharaan (sustainment) di masa datang, USAF mengeluarkan rekomendasi pengggunaan MIDS JTRS pada seluruh alutsista yang ada.

·         Memiliki segala kemampuan yang ada dalam MIDS LVT BU-2 yang tengah dikembangkan seperti frequency remapping dan crypto modernzation.

·         Terminal ini juga mendukung komunikasi suara dengan pusat komando kepada pesawat tempur.

·         Dukungan pemeliharaan lanjutan (sustainment) yang lebih terjamin mengingat perangkat lama BU-1 hanya akan digunakan sampai dengan 2022.

·         Tidak membutuhkan persetujuan dari konsorsium mengingat alat ini asli produk dari US, sehingga mempersingkat proses pengadaan dan intregasi alat.

1.    MIDS program memiliki organisasi atau lembaga yang khusus mengelola Link 16. Organisasi tersebut dinamakan International Program Office yang berada d San Diego, California.

2.    Small Tactical Terminals merupakan terminal yang memiliki radio UHF dan juga sistem Link 16. Bentuk alatnya yang tidak terlalu besar memberikan manfaat sangat cocok untuk digunakan untuk mendukug misi tertentu. Terminal ini dapat juga digunakan sebagai repeater untuk memperluas jangkauan jarak Link 16. Peralatan seperti ini sangat cocok digunakan oleh pasukan yang mobile dan juga cocok untuk ditempatkan saat pelaksanaan misi di luar home base.

1.    Rencana pertemuan CCIB tahun 2018 sebagai berikut :

·         18-1 akan dilaksanakan pada tanggal 1 - 4 Mei 2018 di Jakarta didahului dengan pelatihan Link 16 yang akan dibawakan oleh Subject Matter Expert (SME) seminggu sebelum pelaksaan CCIB. Kegiatan pelatihan ini bertujuan guna memberikan pengetahuan lebih luas mengenai implementasi link 16 pada alutsista TNI.

·         CCIB 18-2 direncanakan pada bulan November 2018 dengan lokasi antara Hawaii atau Washington DC.

1.    mendapatkan pemahaman yang lebih jelas terkait intregasi Link 16 dan juga dukungan pemeliharaan selanjutnya maka diajukan permohonan kepada USPACOM agar dapat mengundang beberapa pihak terkait yaitu :

·         Apache Program Office;

·         MIDS Program Office; dan

·         Mr Rich Smitch dari Tactical Comunication Group.

c.       Saran:

a.         Tim CCIB dapat melaksanakan koordinasi dengan ODC dan US PACOM terkait proses authorisasi Request In Principal (RIP) dan Request In Spesific (RIS) agar proses intregasi Link 16 pada pesawat F16 A/B dapat segera dilaksanakan.

b.         Mabes TNI AU dapat melaksanakan koordinasi untuk pelaksanaan upgrade hardware dan update software pada pesawat F-16 C/D agar intregasi Link 16 dapat dilaksanakan pada pesawat F-16 C/D Blok 25 yang telah melaksanakan regenerisasi di Depo Hill AFB, USA.

c.         Kolaborasi penggunaan Link 16 pada pesawat Apache dan F16 dapat memberikan pengingkatan kemampuan operasi TNI sehingga disarankan agar helikopter Apache TNI AD dapat memulai pengajuan proses RIS dan RIP terkait intregasi link 16 di masa datang.

d.         Dukungan personel untuk mengikuti pelatihan guna meningkatkan kemampuan dalam mengelola, mengawaki dan mengoptimalkan penggunaan link 16.

 

d.         Penutup.   Demikian laporan hasil kegiatan CCIB ke 17-2 di US PACOM, Hawaii USA dibuat sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi pimpinan untuk menentukan kebijakan selanjutnya.

 

Download :
Download :
Download :
Download :

Markas Besar Tentara Nasional Indonesia
Hak Cipta © PPID Tentara Nasional Indonesia