KERJASAMA ASEAN DAN NON ASEAN

Senin, 22 Agustus 2016 10:58:32 - Oleh : Puskersin TNI - Dibaca : 1536

 

KERJASAMA ASEAN DAN NON ASEAN

 

KERJASAMA ASEAN

  1. BILATERAL

a.Kerjasama RI-Brunei Darussalam. Brunei Darussalam-Indonesia High Level Committee (BRUNESIA HLC). BRUNESIA HLC dilaksanakan berdasarkan The Joint Understanding on BRUNESIA HLC, disyahkan oleh Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., Panglima TNI dan Mejar Jeneral Dato Paduka Seri Haji Aminuddin Ihsan, Pemerintah Angkatan Bersenjata Diraja Brunei Darussalam (PABDB) pada tanggal 4 Maret 2013 di Jakarta. BRUNESIA HLC merupakan pertemuan 2 tahunan Panglima Angkatan Bersenjata kedua negara yang membawahi 3 badan kerja sama, yakni: Joint Intelligence Sub-Committee (JISC), Joint Operations and Exercise Sub-Committee (JOESC) dan Joint Training and Education Sub-Committee(JTESC). Sidang ke-3 BRUNESIA HLC direncanakan akan dilaksanakan Semester I Tahun 2017 di Indonesia.

b.Kerjasama RI-Malaysia. High Level Committee Malaysia-Indonesia (HLC MALINDO). HLC MALINDO dilaksanakan berdasarkan Security Arrangement in the Border Regions between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of Malaysia 1984 (SA. 1984). HLC MALINDO dipimpin bersama oleh Panglima TNI dan Panglima Angkatan Tentera (PAT) Malaysia yang merupakan forum pertemuan di bawah General Border Committee (GBC MALINDO) dipimpin oleh Menhan kedua negara yang membawahi 4 badan, yakni: Coordinated Operation Control Committee (COCC), Jawatan Kuasa Latihan Bersama (JKLB), Joint Police Cooperation Committee (JPCC) dan Kelompok Kerja Sosio Ekonomi (KK Sosek MALINDO). Sidang ke-13 HLC MALINDO direncanakan akan dilaksanakan pada Semester II Tahun 2016 di Malaysia.

c.Kerjasama RI-Thailand.Thailand-Indonesia High Level Committee (THAINESIA HLC). THAINESIA HLC dilaksanakan berdasarkan Terms of Reference (TOR) on THAINESIA HLC yang disyahkan oleh Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., Panglima TNI dan General Tanasak Patimapragorn, Chief of Defence Forces of Royal Thai Armed Forces (CDF RTARF) pada tanggal 30 Juli 2013 di Kota Hua Hin, Thailand. THAINESIA HLC merupakan pertemuan tahunan Panglima Angkatan Bersenjata kedua negara yang membawahi 3 badan, yakni: Joint Intelligence Sub-Committee (JISC), Joint Coordinated Operations and Exercise Sub-Committee (JCOESC) dan Joint Education and Training Sub-Committee (JETSC). Sidang ke-10 THAINESIA HLC direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2017 di Indonesia. Joint Secretariat Meeting Thailand-Indonesia (JSM THAINESIA). Dalam rangka menyiapkan Sidang THAINESIA HLC setiap tahunnya selalu didahului dengan pertemuan Sekretariat HLC Bersama (Joint Secretary Meeting/JSM) yang dipimpin bersama oleh Kapuskersin TNI danDirector of the Department of Border Affairs (DBA) RTARF khususnya untuk membahas dan memastikan waktu pelaksanaan Sidang, Jadwal Kegiatan Tentatif (Tentative Program) dan Laporan Perkembangan Bersama Sub-Committee(Joint Progress Report) serta hal-hal lain terkait Sidang. JSM THAINESIA ke-10 direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2017 di Indonesia.

       2. MULTILATERAL

a.Kegiatan ASEAN Defence Senior Officials’ Meeting Working Group (ADSOM WG) dan ASEAN Defence Senior Officials’Meeting Working Group (ADSOM-Plus WG). Pertemuan dilaksanakan pada tanggal 19 s.d. 23 Februari 2016 di Luang Prabang, Laos dimana tahun 2016 Laos bertindak sebagai Ketua ASEAN. Pertemuan dipimpin oleh Col Khamkhong Inthilath, Acting Lao ADSOM WG Leader, Kementerian Pertahanan Laos dan dihadiri oleh perwakilan seluruh negara anggota ASEAN dan 8 mitra wicara (Amerika Serikat, Australia, India, Jepang, Republik Korea, Republik Rakyat Tiongkok, Rusia, dan Selandia Baru) serta Sekretariat ASEAN. Delegasi RI dipimpin oleh Dirkersin Ditjen Strahan Kemhan, Brigjen TNI Sunaryo dan beranggotakan wakil-wakil dari Kemhan, Mabes TNI, Kemlu, BNPB, BNPT, Bakamla dan Athan RI di Vientiane. Pertemuan bertujuan untuk mempersiapkan materi-materi substansi terkait kerja sama pertahanan yang akan dibahas di tingkat yang lebih tinggi dalam kerangka ADMM dan ADMM-Plus.

b.Pertemuan ke-13 AMIIM (ASEAN Military Inteligence Informal Meeting) dan Pertemuan ke-6 AMOIM (ASEAN Military Operations Informal Meeting) Tahun 2016. AMIIM adalah sebuah forum para pimpinan intelijen militer/pertahanan negara-negara Se-Asia-Tenggara yang bertujuan menjalin network, membangun hubungan dan memperkuat kepercayaan satu sama lain sebagai dasar dalam rangka memperdalam kerja sama keamanan  bidang Intelijen, hal ini diperlukan dalam menghadapi berbagai isu ancaman dan tantangan keamanan di kawasan Asia-Tenggara. AMOIM adalah forum untuk mempertemukan para Asisten Operasi Panglima Angkatan Bersenjata Negara ASEAN untuk mewadahi peningkatan kerja sama pertahanan/militer negara ASEAN yang menjangkau pada tataran operasional. Sidang ke-13 AMIIM dan Sidang  ke-6 AMOIM yang telah dilaksanakan pada tanggal 11 s.d. 13 Maret 2016 di Vientiane, Laos.

c.Kegiatan ASEAN Chiefs of Defence Forces Informal Meeting (ACDFIM). Sidang ke-13 ACDFIM dilaksanakan pada tanggal 8 s.d. 11 Mei 2016 di Laos. ACDFIM merupakan pertemuan informal para Panglima Angkatan Bersenjata (Pangab) di kawasan ASEAN yang bertujuan sebagai sarana untuk tukar-menukar pemikiran, pengalaman dan keahlian serta penyampaian pendapat dalam menghadapi tantangan dan ancaman bersama di kawasan ASEAN. Adapun tema pada Sidang ke-13 ACDFIM Tahun 2016 adalah”Meningkatkan kerja sama pertahanan untuk membentuk Masyarakat ASEAN yang dinamis” (Promoting Defence Cooperation for a Dynamic ASEAN Community) “Mempromosikan Kerja Sama Pertahanan untuk Masyarakat ASEAN yang Dinamis”.

d.Kegiatan ASEAN Defence Senior Officials’ Meeting (ADSOM) dan ASEAN Defence Senior Officials’ Meeting Plus (ADSOM-Plus). Pelaksanaan pertemuan ADSOM dan ADSOM-Plus telah di selenggarakan pada tanggal 22 s.d. 25 April 2016 di Vientiane Laos. Kedua pertemuan di pimpin oleh Laos sebagai ketua ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM) tahun 2016 dengan diketuai oleh MG.Onesy Senesouk, Permanent Secretary of Defence, Laos. Pertemuan ADSOM dihadiri oleh perwakilan seluruh negara anggota ASEAN dan Sekretariat ASEAN, sedangkan Pertemuan ADSOM-Plus dihadiri oleh perwakilan seluruh negara anggota ASEAN dan Plus (Amerika Serikat/AS, Australia, India, Jepang, Republik Korea (ROK), Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Rusia, dan Selandia Baru) serta Sekretariat ASEAN. Tujuan Pertemuan adalah untuk mempersiapkan materi-materi substansi terkait kerja sama pertahanan yang akan dibahas di tingkat yang lebih tinggi dalam kerangka ADMM dan ADMM-Plus.

e.Kegiatan ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM) dan ASEAN Defence Ministers’ Meeting Plus (ADMM-Plus). Pertemuan ke-10 ADMM, dengan tema “Promoting Defence Cooperation for a Dynamic ASEAN Community”, telah diselenggarakan pada tanggal 25 Mei 2016 bertempat di National Convention Centre (NCC), Vientiane, Laos. Pertemuan didahului oleh pertemuan informal tingkat kelompok kerja pada tanggal 24 Mei 2016 untuk mempersiapkan substansi dan administrasi Pertemuan ke-10 ADMM keesokan harinya. Pertemuan ke-10 ADMM dihadiri oleh Para Menhan dan delegasi seluruh Negara Anggota ASEAN serta Sekretaris Jenderal ASEAN.

 

        KERJASAMA NON ASEAN

  1. BILATERAL

a.Kerjasama RI-Arab Saudi. Kerja sama RI dengan Arab Saudi diimplementasikan oleh Kementerian Pertahanan kedua negara di mana Puskersin TNI terlibat sebagai delegasi dalam Pertemuan Bilateral Tahunan Joint Working Group (JWG) RI-Arab Saudi yang sudah dilaksanakan pada tanggal 18 s.d. 22 Januari 2016.

b.Kerjasama RI-India. Kerja sama RI dengan India yang diimplementasikan oleh Kementerian Pertahanan kedua negara di mana Puskersin TNI terlibat sebagai delegasi dalam bentuk Pertemuan Bilateral Tahunan Joint Defence Cooperation Committee (JDCC) INDINDO RI-India.

c.Kerjasama RI-Belanda. Kerja sama RI dengan Belanda yang diimplementasikan oleh Kementerian Pertahanan kedua negara di mana Puskersin TNI terlibat sebagai delegasi dalam bentuk Pertemuan Bilateral Tahunan Netherland-Indonesia Strategic Talks (NIST) RI-Belanda. Pertemuan ini telah dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2016 di Jakarta.

d.Kerjasama RI-Italia. Kerja sama RI dengan Italia yang diimplementasikan oleh Kementerian Pertahanan kedua negara di mana Puskersin TNI terlibat sebagai delegasi dalam bentuk Pertemuan Bilateral Tahunan Joint Working Group (JWG) RI-Italia.

       2. MULTILATERAL

a.Konferensi Multilateral Tahunan United Nations Chiefs of Defense (UN CHOD’S) Conference merupakan forum yang sama dengan di atas (CHOD) namun dalam lingkup PBB (UN) yang khususnya dihadiri oleh negara-negara yang terlibat Peace Keeping Operation (PKO).

b.South and South East Asian Nasional Defence Chiefs’ Dialogue (SASEAN DCD) merupakan forum diskusi antara Panglima Angkatan Bersenjata di kawasan Asia khususnya Asia Selatan dan Asia Tenggara. Acara tersebut dihadiri oleh Panglima Angkatan Bersenjata dari 6 negara ASEAN serta Perwira Tinggi Pertahanan dari Tiongkok dan Rusia guna membahas kerja sama dalam mewujudkan keamanan regional yang tangguh, terkoordinasi dan berkelanjutan.  Pada tahun ini forum ini adalah forum ke-3 yang direncanakan dilaksanakan di Pakistan.